PEKANBARU - Kontestasi Pemilihan Rektor Universitas Riau (Unri) periode 2026-2030 mulai menjadi perhatian luas, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga di kalangan alumni. Di tengah dinamika yang berkembang, muncul harapan besar agar kepemimpinan Unri ke depan lahir dari sosok yang benar-benar memahami karakter kampus, tantangan zaman, serta kebutuhan civitas akademika.
Kalangan alumni menilai, alumni Universitas Riau memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak yang layak diperhitungkan untuk memimpin kampus terbesar di Bumi Lancang Kuning tersebut. Selama ini, banyak alumni Unri berhasil menorehkan kiprah di tingkat nasional maupun daerah, mulai dari dunia pendidikan, pemerintahan, riset, dunia usaha hingga organisasi sosial kemasyarakatan.
Salah seorang alumni senior Unri, T Zulmizan F Assagaf, mengatakan sosok pemimpin Unri ke depan tidak cukup hanya kuat secara akademik, tetapi juga harus memahami kultur kampus dan memiliki kedekatan emosional dengan civitas akademika.
“Alumni Unri tentu memahami denyut kampus ini. Mereka tumbuh dari sistem yang sama, merasakan dinamika yang sama, dan punya tanggung jawab moral untuk membawa Unri lebih maju,” ujar Zulmizan, Sabtu (23/5/2026).
Zulmizan yang juga Anggota Dewan Pakar PP IKA Unri menegaskan, kapasitas alumni tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, banyak alumni yang telah memiliki kemampuan kepemimpinan, jejaring luas, serta pengalaman manajerial yang mumpuni untuk membawa Unri menjadi perguruan tinggi yang lebih kompetitif dan berdaya saing.
Ia menilai, pemilihan rektor bukan sekadar agenda administratif lima tahunan, melainkan momentum penting menentukan arah masa depan universitas. Karena itu, figur yang terpilih nantinya diharapkan mampu menghadirkan inovasi, memperkuat kualitas akademik, memperluas kolaborasi internasional, serta meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika.
Di tengah menghangatnya kontestasi Pilrek Unri, sejumlah nama calon rektor yang berasal dari alumni Universitas Riau mulai mendapat perhatian publik. Mereka dinilai memahami kultur internal kampus sekaligus memiliki kedekatan emosional dengan almamater.
Beberapa di antaranya yakni Aldrin Herwany Ph.D, alumni Fakultas Ekonomi Unri angkatan 1995 yang dikenal memiliki pengalaman internasional di bidang pendidikan dan diplomasi akademik.
Kemudian Prof Dr Nofrizal SPi MSi, alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri yang dikenal aktif mendorong penguatan riset berbasis potensi daerah serta inovasi sektor kelautan dan perikanan.
Nama lain yakni Prof Dr Ir Iwantono MPhil yang juga merupakan alumni Universitas Riau. Ia dikenal sebagai akademisi senior dengan perhatian besar terhadap penguatan riset, kolaborasi strategis, serta kontribusi kampus dalam pembangunan daerah berbasis sumber daya lokal.
Selain itu, ada pula Prof Dr Elfizar SSi MKom yang juga merupakan alumni Unri. Akademisi bidang teknologi informasi tersebut dikenal mendorong tata kelola kampus modern berbasis digital serta penguatan kualitas akademik dan riset.
Kehadiran figur-figur alumni dalam kontestasi Pilrek Unri ini dinilai menjadi energi positif bagi demokrasi kampus. Selain memahami dinamika internal universitas, mereka juga dianggap memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah almamater dan membawa Universitas Riau semakin maju, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

